Kenapa Stiker Kemasan Makanan Penting untuk Produk UMKM? Kenali Fungsinya
Produk makanan UMKM bisa memiliki rasa yang enak dan kualitas yang bagus, tetapi konsumen belum tentu langsung mengenalinya ketika kemasan terlihat polos atau tidak memiliki identitas yang jelas. Di sinilah stiker kemasan makanan memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar pemanis bungkus. Sebuah stiker dapat menjadi tempat pertama konsumen melihat nama produk, merek, varian rasa, hingga informasi mengenai produsennya. Pada saat yang sama, tampilan label juga membantu membedakan satu produk dengan produk lain ketika berjajar di rak toko, etalase, bazar, maupun katalog penjualan online. Bagi UMKM yang sedang membangun pasar, detail sederhana semacam ini dapat membantu membentuk identitas produk secara lebih konsisten. Karena itu, penggunaan stiker kemasan sebaiknya dipandang sebagai bagian dari komunikasi produk, bukan hanya tambahan dekorasi.
Hal tersebut menjadi semakin penting ketika bisnis makanan mulai berkembang dari penjualan kepada teman dan keluarga menuju pasar yang lebih luas. Konsumen yang belum pernah mengenal suatu merek akan mengandalkan apa yang dapat mereka lihat pada kemasan sebelum memutuskan untuk membaca lebih lanjut atau membeli produk. Nama yang mudah ditemukan, desain yang konsisten, dan informasi produk yang jelas membuat kemasan bekerja sebagai “pengenal” bahkan ketika pemilik usaha tidak berada di samping produk tersebut.
Apa Itu Stiker Kemasan Makanan?

Stiker kemasan makanan berfungsi sebagai label yang membantu konsumen mengenali produk dan informasinya.
Stiker kemasan makanan adalah label berperekat yang ditempatkan pada wadah, botol, pouch, kotak, plastik, atau bentuk kemasan lain untuk menampilkan identitas maupun informasi mengenai produk makanan. Bentuknya bisa sangat sederhana, misalnya hanya berisi logo dan nama produk, atau lebih lengkap dengan komposisi, berat bersih, informasi produsen, kode produksi, hingga keterangan lain yang diperlukan. Ukuran dan desainnya dapat disesuaikan dengan bentuk kemasan serta jumlah informasi yang ingin disampaikan. Karena sifatnya fleksibel, stiker banyak digunakan oleh bisnis skala kecil yang mempunyai beberapa jenis atau varian produk.
Dari sisi produksi, penggunaan stiker juga memungkinkan pemilik usaha memakai kemasan dasar yang sama kemudian membedakannya melalui label. Misalnya, satu jenis pouch dapat digunakan untuk tiga varian rasa dengan desain atau warna label makanan yang berbeda.
Pendekatan semacam ini dapat membantu UMKM menjaga tampilan produknya tetap konsisten tanpa harus membuat kemasan cetak khusus untuk setiap varian sejak awal. Namun, fungsi utama sebuah label tetap bukan sekadar membuat kemasan terlihat lebih ramai.
Kenapa Stiker Kemasan Makanan Penting untuk Produk UMKM?
Kemasan adalah salah satu titik pertemuan pertama antara produk dan konsumen. Sebelum rasa, tekstur, atau kualitas makanan dapat dinilai, konsumen biasanya lebih dahulu melihat bentuk kemasan dan informasi yang terdapat di permukaannya. Karena itu, stiker produk dapat ikut menentukan apakah sebuah produk mudah dikenali, dipahami, dan dibedakan dari pilihan lain. Untuk bisnis yang masih membangun awareness, keberadaan identitas visual yang konsisten menjadi semakin relevan.
1. Membantu Produk Lebih Mudah Dikenali
Ketika konsumen melihat sebuah produk untuk pertama kalinya, mereka membutuhkan petunjuk sederhana mengenai apa yang sedang mereka lihat. Nama produk, merek, logo, dan elemen visual pada label memberikan petunjuk tersebut.
Jika desain yang sama digunakan secara konsisten, stiker perlahan dapat menjadi bagian dari identitas produk. Konsumen yang pernah membeli produk sebelumnya akan lebih mudah mengenalinya ketika menemukannya kembali di toko, marketplace, pameran, ataupun unggahan media sosial.
Misalnya, produsen keripik memiliki lima varian rasa. Bentuk pouch yang digunakan mungkin sama, tetapi setiap rasa dapat memiliki aksen visual yang berbeda sementara posisi logo dan nama merek tetap konsisten. Strategi seperti ini membuat varian produk mudah dibedakan tanpa kehilangan identitas mereknya.
2. Menjadi Media Branding pada Kemasan
Branding makanan tidak selalu harus dimulai dengan kemasan yang rumit atau mahal. Bagi usaha yang masih berkembang, stiker dapat menjadi salah satu media sederhana untuk menjaga tampilan produk tetap terarah.
Logo, tipografi, warna, ilustrasi, dan gaya visual pada stiker kemasan dapat digunakan secara konsisten dari satu produk ke produk lainnya. Konsistensi tersebut membantu menciptakan hubungan visual antara produk dan merek.
Hal ini sangat berguna ketika sebuah UMKM mulai memiliki lebih dari satu produk. Sambal, bumbu, makanan ringan, atau minuman dalam satu lini merek dapat menggunakan bahasa visual yang serupa sehingga konsumen memahami bahwa semuanya berasal dari produsen yang sama.
Branding di sini bukan berarti setiap label harus dipenuhi ilustrasi dan warna. Produk dengan pendekatan minimalis pun dapat memiliki identitas kuat selama pemilihan elemen visualnya konsisten dan mudah dikenali.
3. Menyampaikan Informasi Produk kepada Konsumen
Label makanan memiliki fungsi informatif yang sangat penting. Konsumen bukan hanya ingin mengetahui siapa yang membuat sebuah produk, tetapi juga apa yang mereka beli dan bagaimana produk tersebut digunakan atau disimpan.
Untuk pangan olahan yang masuk dalam cakupan ketentuan BPOM, label wajib memuat informasi tertentu. BPOM menjelaskan bahwa informasi tersebut antara lain dapat meliputi nama produk, daftar bahan, berat atau isi bersih, nama dan alamat produsen atau importir, informasi halal bagi produk yang dipersyaratkan, tanggal dan kode produksi, keterangan kedaluwarsa, nomor izin edar, serta asal-usul bahan pangan tertentu.
Karena itu, pelaku usaha sebaiknya membedakan antara elemen desain yang bersifat promosi dan informasi yang berkaitan dengan ketentuan pelabelan.
Jenis informasi yang diperlukan juga dapat berbeda tergantung kategori produk, skala usaha, jalur perizinan, dan ketentuan yang berlaku. Artinya, daftar informasi pada label sebaiknya tidak sekadar meniru produk lain.
4. Membantu Membedakan Varian Produk
Semakin banyak varian yang dimiliki sebuah usaha, semakin penting sistem penandaan yang jelas. Konsumen tentu akan kesulitan jika tiga rasa sambal, empat jenis kopi, atau beberapa varian kue memiliki kemasan yang hampir tidak dapat dibedakan.
Stiker memberikan ruang untuk melakukan diferensiasi tanpa harus mengubah seluruh kemasan. Nama varian, warna, ilustrasi, atau kode visual dapat diatur sehingga setiap produk tetap mempunyai karakter tersendiri.
Contohnya, varian pedas dapat memiliki aksen tertentu, sementara versi original menggunakan elemen visual yang lebih netral. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai perbedaan antarvarian membuat identitas mereknya justru hilang.
5. Membuat Kemasan Lebih Siap untuk Dipasarkan
Produk yang dijual langsung kepada orang-orang terdekat mungkin masih bisa menggunakan kemasan sederhana. Namun, kebutuhan berubah ketika produk mulai masuk toko, reseller, marketplace, pameran, atau penjualan antarkota.
Pada tahap tersebut, kemasan harus dapat menjelaskan produk tanpa selalu membutuhkan penjual untuk menerangkannya satu per satu. Di sinilah label produk mengambil peran praktis.
Konsumen bisa melihat nama produk, varian, isi, produsen, dan informasi penting lain langsung dari kemasan. Produk pun menjadi lebih mudah ditata, difoto, dikatalogkan, serta diperkenalkan melalui kanal penjualan yang berbeda.
Informasi Apa Saja yang Sebaiknya Ada pada Stiker Kemasan Makanan?
Tidak ada satu desain label yang dapat diterapkan secara identik pada semua makanan. Produk keripik mempunyai kebutuhan berbeda dengan sambal botolan, kue kering, minuman, frozen food, atau bumbu siap pakai. Selain kebutuhan branding, pelaku usaha juga perlu memperhatikan aturan pelabelan yang berlaku terhadap produknya. Karena itu, perancangan stiker sebaiknya dimulai dari kebutuhan informasi terlebih dahulu, baru dilanjutkan dengan penataan visual.
Nama Produk dan Merek
Nama produk merupakan informasi dasar yang perlu terlihat dengan jelas. Konsumen harus dapat mengetahui jenis makanan yang mereka pegang tanpa perlu membaca seluruh bagian label.
Nama merek kemudian membantu menghubungkan produk tersebut dengan identitas usahanya. Keduanya tidak harus memiliki ukuran yang sama, tetapi hierarki visualnya perlu dibuat jelas.
Untuk produk dengan nama kreatif, pemilik usaha juga perlu memastikan jenis produknya tetap dapat dipahami. Nama merek yang unik belum tentu otomatis menjelaskan apakah isinya keripik, sambal, minuman, saus, atau jenis pangan lainnya.
Logo dan Elemen Visual
Logo berfungsi sebagai salah satu pengenal merek, sementara elemen visual lain membantu membentuk karakter produk. Bentuk, warna, ilustrasi, pola, dan tipografi dapat disesuaikan dengan segmen pasar yang dituju.
Desain produk makanan rumahan, misalnya, belum tentu membutuhkan pendekatan yang sama dengan snack untuk anak muda atau makanan premium untuk hampers.
Yang perlu dihindari adalah memasukkan terlalu banyak elemen hanya karena tersedia ruang kosong. Label yang padat justru dapat membuat nama produk dan informasi utama menjadi sulit terbaca.
Varian Rasa atau Jenis Produk
Jika satu merek memiliki beberapa varian, nama varian perlu ditempatkan pada area yang cukup mudah ditemukan. Jangan mengandalkan perbedaan warna saja karena konsumen tetap membutuhkan penamaan yang jelas.
Varian juga dapat diperkuat dengan ilustrasi atau aksen desain. Namun, sebaiknya tetap ada sistem visual yang membuat seluruh produk terlihat sebagai satu keluarga merek.
Pendekatan ini akan membantu ketika bisnis berkembang dan menambah produk baru di kemudian hari.
Informasi Produsen
Informasi mengenai pihak yang memproduksi produk merupakan bagian penting dari label pangan. Pada ketentuan label pangan olahan, BPOM juga mengatur pencantuman nama dan alamat pihak yang memproduksi atau mengimpor.
Informasi ini memberikan kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab atas produk tersebut. Untuk detail format pencantumannya, pelaku usaha perlu menyesuaikannya dengan regulasi dan jenis perizinan produknya.
Akun media sosial, website, atau kontak layanan pelanggan dapat ditambahkan sebagai informasi pendukung apabila diperlukan, tetapi tidak menggantikan informasi yang diwajibkan regulasi.
Komposisi, Berat Bersih, dan Informasi Lain yang Dipersyaratkan
Jika produk termasuk pangan olahan yang mengikuti ketentuan label BPOM, daftar bahan atau komposisi dan berat bersih termasuk informasi yang perlu diperhatikan. BPOM menggunakan satuan metrik seperti gram, kilogram, mililiter, atau liter sesuai karakter produknya.
Informasi tentang tanggal dan kode produksi, kedaluwarsa, izin edar, serta keterangan tertentu juga dapat menjadi bagian label sesuai kategori produk dan regulasinya.
BPOM menjelaskan bahwa keterangan kedaluwarsa menunjukkan batas akhir mutu pangan selama produk disimpan sesuai petunjuk produsen. Informasi tersebut harus dapat dibaca dengan jelas oleh konsumen.
Pada Juni 2026, BPOM juga menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan. Peraturan ini berlaku dan menggantikan sejumlah ketentuan sebelumnya mengenai informasi nilai gizi, sehingga pelaku usaha yang produknya terkait dengan ketentuan tersebut perlu mengacu pada aturan terbaru.
Stiker Kemasan Juga Perlu Memperhatikan Regulasi
Label makanan memang dapat menjadi media branding, tetapi fungsi visual tidak boleh mengorbankan kejelasan informasi. BPOM mensyaratkan label pangan olahan ditempatkan sehingga mudah dilihat dan dibaca serta berisi keterangan yang benar dan tidak menyesatkan. Materi resmi BPOM juga menegaskan bahwa label tidak seharusnya mudah lepas, luntur, atau rusak.
Bagi pemilik kemasan UMKM, bagian ini penting karena desain label sebaiknya dipikirkan bersamaan dengan kebutuhan legal produk, bukan setelah desain selesai.
Perhatikan Ketentuan Halal pada Oktober 2026
Ada konteks penting bagi UMKM makanan pada saat artikel ini diterbitkan. Berdasarkan ketentuan yang disampaikan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH, masa penahapan sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman yang diproduksi pelaku usaha mikro dan kecil berlangsung sampai 17 Oktober 2026.
BPJPH menyatakan implementasi kewajiban tersebut mulai berlaku pada 18 Oktober 2026 untuk kelompok produk yang termasuk cakupannya.
Karena itu, logo atau keterangan halal pada kemasan juga tidak dapat diperlakukan semata sebagai elemen dekoratif. Pencantumannya harus didukung sertifikasi yang sesuai. BPOM pun menyebut logo halal pada label dicantumkan untuk produk yang dipersyaratkan dan harus memiliki dukungan sertifikat halal dari BPJPH.
Pelaku UMKM sebaiknya memeriksa status dan ketentuan yang berlaku terhadap kategori produknya sebelum mencetak label dalam jumlah besar.
Memilih Desain Stiker Kemasan yang Tepat
Desain label yang baik bukan hanya yang terlihat menarik di layar komputer. Stiker akan ditempel pada benda fisik yang memiliki ukuran, warna, bentuk, tekstur, dan kondisi penyimpanan tertentu. Hasil akhirnya bisa terlihat berbeda ketika desain yang sama ditempel pada botol, pouch aluminium, plastik transparan, kotak karton, atau kemasan beku. Karena itu, desain perlu mempertimbangkan kondisi penggunaan sebenarnya.
Sesuaikan Ukuran dengan Area Kemasan
Ukuran stiker sebaiknya proporsional dengan bidang tempat label ditempel. Terlalu kecil membuat informasi sulit terbaca, sedangkan terlalu besar dapat mengikuti lekukan kemasan dengan buruk.
Sebelum memproduksi banyak, buatlah contoh dengan ukuran sebenarnya. Tempel pada kemasan yang akan digunakan dan lihat dari jarak normal sebagaimana konsumen melihat produk.
Periksa pula apakah label menutupi bagian produk yang seharusnya terlihat atau justru meninggalkan ruang kosong terlalu besar.
Gunakan Hierarki Informasi yang Jelas
Tidak seluruh teks pada label harus memiliki ukuran yang sama. Konsumen biasanya perlu menangkap nama merek, jenis produk, dan varian lebih dulu sebelum membaca informasi detail.
Karena itu, gunakan ukuran font, ketebalan, dan penempatan untuk membuat urutan informasi yang logis.
Teks penting juga jangan dibuat terlalu kecil demi mengejar tampilan minimalis. Label tetap harus berfungsi ketika dilihat pada ukuran cetak sebenarnya, bukan hanya ketika desain diperbesar di monitor.
Jangan Mengorbankan Keterbacaan demi Estetika
Warna dan tipografi memang menentukan karakter visual, tetapi kombinasi yang kurang tepat bisa membuat label sulit dibaca. Misalnya, teks tipis berwarna terang di atas latar yang hampir sama warnanya mungkin terlihat menarik dalam mockup, tetapi kurang efektif ketika dicetak.
Kontras harus cukup kuat dan jenis huruf sebaiknya disesuaikan dengan ukuran label.
Jika kemasan akan difoto untuk marketplace, pertimbangkan pula bagaimana label terlihat melalui kamera dan layar ponsel. Identitas utama idealnya masih dapat dikenali meskipun gambar produk ditampilkan dalam ukuran relatif kecil.
Memilih Bahan Stiker Sesuai Karakter Produk
Tidak semua stiker menghadapi kondisi yang sama. Label pada makanan kering yang disimpan di rak berbeda kebutuhannya dengan label pada botol minuman dingin, produk berminyak, atau makanan yang disimpan di lemari pendingin. Kondisi permukaan kemasan serta paparan air dan kelembapan akan memengaruhi pilihan bahan. Karena itu, bahan stiker perlu dipilih berdasarkan kondisi penggunaan, bukan hanya berdasarkan tampilannya.
Stiker untuk Produk Kering
Produk seperti keripik, biskuit, kopi, rempah, atau makanan kering biasanya tidak menghadapi kondensasi sebanyak produk dingin. Pilihan bahan dapat lebih fleksibel selama daya rekatnya sesuai dengan permukaan kemasan.
Namun, ketahanan tinta dan kualitas cetak tetap perlu diperhatikan, terutama jika produk akan disimpan cukup lama.
Sebaiknya lakukan uji tempel pada kemasan sebenarnya sebelum mencetak banyak. Permukaan matte, glossy, plastik, maupun kertas dapat memberikan hasil adhesi yang berbeda.
Stiker untuk Produk yang Terpapar Air atau Kelembapan
Botol minuman dingin dan produk yang masuk lemari pendingin dapat menghasilkan embun pada permukaan kemasan. Kondisi tersebut dapat memengaruhi label tertentu.
Karena itu, pemilik usaha perlu mempertimbangkan media label, perekat, serta jenis tinta yang sesuai dengan penggunaan produk.
Uji sederhana dapat dilakukan dengan menempelkan contoh label pada kemasan, menyimpannya dalam kondisi sebagaimana produk dijual, lalu mengamati apakah label mengelupas, warna berubah, atau cetakannya mudah luntur.
Cetak Stiker Sendiri atau Menggunakan Jasa Percetakan?
Pada skala produksi tertentu, UMKM dapat memilih antara mencetak label sendiri atau menyerahkannya kepada penyedia jasa cetak. Tidak ada pilihan yang selalu lebih baik karena keputusan tersebut bergantung pada volume, alat yang tersedia, kebutuhan warna, bahan, ukuran, dan frekuensi perubahan desain. Produk yang masih sering berganti varian mungkin membutuhkan fleksibilitas berbeda dibanding produk yang sudah diproduksi dalam jumlah besar. Biaya sebaiknya dihitung berdasarkan keseluruhan proses, bukan hanya harga per lembar.
Mencetak sendiri dapat menarik bagi usaha dengan volume relatif kecil atau kebutuhan label yang sering berubah. Pemilik bisnis bisa mencetak sesuai kebutuhan tanpa harus menyimpan terlalu banyak stok label untuk setiap varian.
Sebaliknya, jasa percetakan dapat menjadi pilihan ketika dibutuhkan material atau finishing tertentu yang tidak mudah dikerjakan dengan printer rumahan atau kantor.
Apabila memilih mencetak sendiri, pastikan printer, media stiker, dan tinta memang cocok satu sama lain. Hasil cetak yang bagus bukan hanya bergantung pada desain, tetapi juga pada kombinasi perangkat, tinta, media, pengaturan printer, dan proses pengeringan.
Bagaimana G&G dan Innoprint Mendukung Kebutuhan Cetak Stiker UMKM?
Produksi label dalam skala kecil sering kali berawal dari perangkat cetak yang sudah dimiliki pelaku usaha. Karena itu, pemilihan tinta dan media cetak menjadi bagian penting ketika UMKM ingin membuat stiker produk secara mandiri. PT Innoprint Inti Perkasa menjelaskan bahwa perusahaan bergerak sebagai pemasok toner kompatibel dan tinta untuk kebutuhan pengguna, mulai dari industri kecil hingga perusahaan printing dengan volume cetak lebih besar.
Innoprint juga membahas peluang usaha cetak rumahan, termasuk pembuatan stiker custom dan label kemasan produk UMKM menggunakan printer.
G&G Indonesia sendiri menyediakan berbagai produk tinta dan toner, termasuk tinta art paper untuk tipe printer tertentu. Situs resminya menyebut produk G&G tersedia untuk sejumlah merek printer populer dan ditujukan bagi kebutuhan cetak rumah, kantor, maupun bisnis.
Bagi UMKM yang ingin mencetak label secara mandiri, hal terpenting adalah memastikan tinta yang digunakan kompatibel dengan printer sekaligus sesuai dengan jenis media stiker. Jangan memilih tinta hanya karena hasil warnanya menarik; pertimbangkan pula kebutuhan ketahanan, karakter media, dan perawatan printer.
Stiker Kecil, tetapi Punya Peran Besar untuk Sebuah Produk
Stiker mungkin hanya menempati sebagian kecil permukaan kemasan makanan, tetapi fungsinya dapat mencakup banyak hal sekaligus. Ia membantu memperkenalkan merek, membedakan varian, menjelaskan produk, serta menyediakan ruang untuk informasi yang dibutuhkan konsumen. Bagi UMKM, label yang dirancang dengan baik juga memungkinkan kemasan sederhana memiliki identitas yang lebih konsisten tanpa harus langsung menggunakan kemasan custom dalam jumlah besar.
Namun, desain tetap harus berjalan bersama fungsi. Jangan sampai logo terlihat besar dan menarik tetapi nama produknya sulit ditemukan, atau desain tampak premium tetapi informasi penting justru terlalu kecil untuk dibaca. Untuk produk pangan, pelaku usaha juga perlu memastikan isi label sesuai dengan ketentuan yang berlaku terhadap kategori produknya.
Jika kamu mencetak sendiri stiker kemasan, materi promosi, dokumen bisnis, maupun kebutuhan cetak usaha lainnya, pemilihan tinta dan toner yang sesuai dapat membantu menjaga konsistensi hasil cetak. G&G Indonesia menyediakan berbagai pilihan tinta dan toner untuk beragam tipe printer, termasuk kebutuhan cetak menggunakan media tertentu. Untuk mengetahui produk yang sesuai dengan perangkatmu, hubungi marketing G&G di +6287788628316 atau kunjungi official marketplace G&G di Shopee: https://shopee.co.id/ggindonesiabyinnoprint. Informasi produk juga dapat dilihat melalui website resmi https://ggimage.co.id/.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa fungsi stiker kemasan makanan?
Stiker kemasan makanan berfungsi sebagai media identitas dan informasi produk. Label dapat digunakan untuk menampilkan nama produk, merek, logo, varian, informasi produsen, serta berbagai keterangan lain yang sesuai dengan kebutuhan produk dan regulasi yang berlaku.
Apa saja yang perlu dicantumkan pada label makanan?
Informasinya bergantung pada jenis produk dan ketentuan yang berlaku. Untuk pangan olahan dalam cakupan aturan BPOM, informasi dapat mencakup nama produk, daftar bahan, berat atau isi bersih, produsen atau importir, halal bagi yang dipersyaratkan, kode produksi, kedaluwarsa, izin edar, serta informasi tertentu lainnya.
Apakah UMKM boleh mencetak stiker produk sendiri?
Secara teknis, label dapat dicetak sendiri apabila printer, tinta, dan media yang digunakan mendukung kebutuhan tersebut. Namun, isi informasi pada label tetap harus mengikuti regulasi yang berlaku terhadap produk. Sebelum produksi dalam jumlah besar, lakukan uji cetak dan uji tempel pada kemasan sebenarnya.
Bahan stiker apa yang cocok untuk kemasan makanan?
Tidak ada satu bahan yang cocok untuk seluruh produk. Pemilihannya perlu mempertimbangkan permukaan kemasan, suhu penyimpanan, kelembapan, potensi terkena air atau minyak, serta jenis printer dan tinta yang digunakan. Produk kering dan produk dingin, misalnya, dapat membutuhkan karakter label yang berbeda.
Apakah semua produk makanan UMKM harus memiliki label halal?
Ketentuan halal mengikuti kategori produk dan aturan Jaminan Produk Halal yang berlaku. BPJPH menyatakan bahwa penahapan kewajiban sertifikasi halal untuk produk makanan dan minuman pelaku usaha mikro dan kecil berlangsung hingga 17 Oktober 2026 dan implementasinya berlaku mulai 18 Oktober 2026 untuk kategori yang termasuk cakupan kewajiban tersebut.