Mengenal Jenis Kertas Printer dan Printer yang Cocok untuk Menggunakannya
Memilih jenis kertas printer sering dianggap sederhana: masukkan kertas ke tray, tekan tombol print, lalu tunggu hasilnya keluar. Padahal, jenis kertas yang digunakan bisa memberi perbedaan cukup besar pada ketajaman teks, warna foto, tingkat penyerapan tinta, hingga kelancaran kertas ketika melewati mekanisme printer. Kertas HVS yang cocok untuk dokumen kantor, misalnya, memiliki karakter yang berbeda dengan kertas foto glossy yang dirancang untuk menampilkan warna lebih hidup. Begitu pula dengan kertas matte dan art paper yang membutuhkan perhatian lebih terhadap jenis printer, gramasi, lapisan permukaan, serta tinta yang digunakan. Kesalahan memilih media bahkan dapat membuat hasil cetak terlihat kusam, tinta terlalu menyerap, permukaan sulit kering, atau kertas tidak dapat ditarik dengan baik oleh printer. Karena itu, memahami hubungan antara kertas, printer, pengaturan media, dan tinta menjadi langkah penting sebelum mulai mencetak.
Tidak semua kertas printer juga dapat diperlakukan menggunakan pengaturan yang sama. Produsen printer menyediakan pilihan seperti Plain Paper, Glossy Photo Paper, Matte Photo Paper, Inkjet Paper, atau jenis media tertentu karena printer perlu menyesuaikan cara tinta ditempatkan pada permukaan kertas. Canon, misalnya, secara khusus menyarankan pemilihan media type yang sesuai dengan media yang digunakan agar hasil cetak dapat dioptimalkan. Epson dan Brother juga mencantumkan jenis serta berat kertas yang dapat digunakan pada masing-masing model printer.

Struktur serat, coating, dan daya serap kertas memengaruhi ketajaman, warna, serta tampilan akhir hasil cetak.
Mengapa Jenis Kertas Printer Memengaruhi Hasil Cetak?
Kertas bukan sekadar permukaan putih tempat tinta ditempelkan. Struktur serat, tingkat porositas, lapisan coating, ketebalan, hingga kemampuan permukaan menyerap tinta menentukan seperti apa hasil akhir sebuah cetakan. Dua lembar kertas dengan ukuran A4 yang sama bahkan bisa menghasilkan kualitas yang berbeda ketika digunakan untuk mencetak file identik. Inilah sebabnya dokumen teks, foto, proposal, katalog, kartu, dan materi promosi biasanya membutuhkan jenis media yang berbeda. Memahami karakter setiap kertas juga membantu pengguna memilih pengaturan printer secara lebih tepat.
Pada printer inkjet, tinta berbentuk cair ditempatkan ke permukaan media melalui printhead. Media yang terlalu menyerap dapat membuat tinta lebih mudah menyebar, sedangkan media berlapis yang memang dirancang untuk inkjet membantu mengontrol penyerapan tersebut. Pada printer laser, prosesnya berbeda karena toner ditransfer dan kemudian difiksasi menggunakan panas, sehingga media yang digunakan juga harus sesuai dengan spesifikasi printer laser.
Artinya, pertanyaan yang tepat bukan hanya “kertas mana yang paling bagus?”, melainkan jenis kertas apa yang sesuai dengan kebutuhan cetak dan printer yang digunakan?
Jenis Kertas Printer yang Umum Digunakan
Ada banyak media cetak di pasaran, tetapi untuk penggunaan rumahan, perkantoran, pendidikan, fotografi, dan bisnis skala kecil, beberapa kategori lebih sering dijumpai dibandingkan lainnya. Setiap jenis memiliki karakter permukaan dan tujuan yang berbeda. Sebagian dirancang untuk dokumen sehari-hari, sementara lainnya dikembangkan untuk menghasilkan warna dan detail visual yang lebih baik. Sebelum membeli dalam jumlah banyak, sebaiknya periksa pula spesifikasi media printer karena batas ketebalan dan gramasi dapat berbeda antar-model.
1. Kertas HVS atau Plain Paper
Kertas HVS menjadi salah satu jenis kertas untuk printer yang paling akrab bagi pengguna di Indonesia. Dalam spesifikasi printer internasional, media sejenis biasanya masuk kategori plain paper atau kertas polos.
Kertas ini banyak dipakai untuk dokumen kantor, tugas kuliah, surat, formulir, laporan, invoice, hingga materi pembelajaran. Permukaannya tidak memiliki coating seperti kertas foto sehingga sesuai untuk kebutuhan pencetakan dokumen umum.
Gramasi yang sering dijumpai pada kertas kantor antara lain 70 gsm dan 80 gsm, meskipun tersedia pula pilihan lainnya. Sebagai gambaran, Epson EcoTank L6370 mendukung plain paper dengan berat 64–90 g/m², sedangkan Canon PIXMA G1730 mencantumkan dukungan plain paper 64–105 g/m². Brother DCP-T530DW juga dapat menggunakan plain paper dan memiliki kapasitas tray hingga 150 lembar kertas polos 80 gsm. Angka tersebut menunjukkan mengapa spesifikasi printer perlu diperiksa daripada menganggap semua printer memiliki kemampuan penanganan media yang sama.
Untuk pekerjaan yang didominasi teks, kertas HVS merupakan pilihan praktis. Pengguna umumnya cukup memilih pengaturan Plain Paper pada driver printer, kemudian menentukan kualitas cetak sesuai kebutuhan.
2. Kertas Foto Glossy
Jika HVS dibuat untuk kebutuhan dokumen umum, kertas glossy memiliki karakter yang sangat berbeda. Permukaannya mengilap dan dirancang untuk menampilkan foto atau ilustrasi berwarna dengan tampilan visual yang lebih menonjol.
Lapisan pada kertas foto membantu mengendalikan tinta sehingga detail dan warna dapat tampil lebih baik dibandingkan ketika foto dicetak pada kertas polos. Efek mengilap juga membuat warna terlihat lebih menarik, meskipun permukaannya lebih mudah memperlihatkan pantulan cahaya dan bekas sentuhan dibandingkan media matte.
Produsen printer biasanya menyediakan media foto khusus. Canon, misalnya, memiliki Glossy Photo Paper GP-508 serta Photo Paper Plus Glossy II. Pada PIXMA G1730, Canon mencantumkan dukungan beberapa media foto termasuk GP-508, PP-201/PP-208, Photo Paper Plus Semi-Gloss, dan Matte Photo Paper.
Epson juga memiliki lini Premium Glossy Photo Paper. Epson menjelaskan bahwa media tersebut menggunakan basis resin-coated dan dirancang untuk menghasilkan warna serta detail gambar yang baik pada penggunaan yang sesuai.
Kertas foto glossy cocok digunakan untuk:
- cetak foto pribadi;
- portofolio visual;
- foto produk;
- materi display berukuran kecil;
- kartu atau materi promosi tertentu;
- desain grafis yang membutuhkan warna lebih menonjol.
Saat menggunakannya, pilih pengaturan Glossy Photo Paper atau jenis media yang paling sesuai dengan petunjuk produsen printer dan kertas.
3. Kertas Foto Matte
Tidak semua foto harus memiliki permukaan mengilap. Kertas matte memberikan tampilan yang lebih lembut karena permukaannya tidak menghasilkan refleksi sebesar kertas glossy.
Karakter tersebut membuat matte menarik untuk desain yang mengutamakan keterbacaan sekaligus visual, seperti ilustrasi, kartu ucapan, materi presentasi, portofolio, atau karya kreatif tertentu. Dibandingkan glossy, tampilannya cenderung lebih tenang dan tidak terlalu memantulkan cahaya.
Canon MP-101 Matte Photo Paper, misalnya, dijelaskan memiliki permukaan non-reflektif dan digunakan untuk kebutuhan seperti kerajinan, kartu ucapan, serta scrapbook. Canon PIXMA G1730 dan printer foto PIXMA G570 termasuk contoh model yang mencantumkan Matte Photo Paper dalam daftar media yang didukung.
Epson juga menyediakan media matte, termasuk Enhanced Matte Paper/Archival Matte Paper dan Matte Paper Heavyweight dalam jajaran medianya.
Pemilihan glossy atau matte pada akhirnya bukan hanya persoalan mana yang terlihat lebih bagus. Glossy lebih cocok ketika pengguna menginginkan kesan mengilap dan warna yang menonjol, sedangkan matte bisa menjadi pilihan ketika refleksi cahaya ingin dikurangi.
4. Art Paper
Art paper banyak digunakan pada kebutuhan percetakan komersial seperti brosur, katalog, flyer, kartu, dan materi promosi. Kertas ini umumnya memiliki permukaan berlapis atau coated, tetapi karakter coating art paper tidak selalu sama dengan coating pada photo paper yang memang dibuat khusus untuk printer inkjet rumahan.
Karena itu, pengguna perlu berhati-hati ketika ingin mencetak art paper menggunakan printer sendiri. Label “art paper” saja belum cukup untuk memastikan media tersebut kompatibel.
Pada printer inkjet, art paper sebaiknya digunakan hanya apabila coating media memang dirancang atau dinyatakan kompatibel dengan tinta inkjet dan berat kertas masih berada dalam kemampuan printer. Kertas coated yang tidak sesuai dapat menghasilkan tinta yang sulit menempel atau membutuhkan proses pengeringan berbeda.
Dukungan media juga sangat bergantung pada model. Brother DCP-T530DW, sebagai contoh, mencantumkan dukungan Plain Paper, Inkjet Paper atau coated paper, Glossy Paper, dan Recycled Paper. Tray utamanya mendukung berat hingga 220 gsm, sementara manual feed slot pada model tersebut mendukung hingga 300 gsm.
Canon PIXMA G570 bahkan mencantumkan Premium Fine Art Rough sebagai salah satu media khusus yang didukung. Namun, fakta bahwa suatu printer mendukung fine-art media tertentu tidak berarti setiap jenis art paper dari pasaran otomatis aman digunakan.
G&G Indonesia sendiri saat ini memiliki Tinta Artpaper T09D yang secara spesifik dicantumkan kompatibel dengan Epson L8050 dan L18050. Keberadaan tinta yang ditujukan untuk penggunaan tersebut kembali menunjukkan bahwa mencetak pada art paper perlu mempertimbangkan kombinasi media, tinta, serta model printer yang digunakan, bukan sekadar memasukkan kertas coated ke sembarang printer inkjet.
Printer Apa yang Cocok untuk Setiap Jenis Kertas?
Merek printer saja belum cukup untuk menentukan media yang dapat digunakan. Epson, Canon, dan Brother sama-sama memiliki banyak model dengan konfigurasi paper tray, jalur kertas, batas gramasi, jenis tinta, dan tujuan penggunaan berbeda. Karena itu, pernyataan seperti “semua printer Epson cocok untuk kertas foto” atau “semua printer Brother bisa mencetak art paper” terlalu luas dan berpotensi menyesatkan. Cara yang lebih tepat adalah melihat spesifikasi masing-masing model. Berikut gambaran yang dapat digunakan sebagai panduan awal.
Printer Inkjet untuk Kertas HVS
Untuk dokumen harian, hampir semua printer inkjet yang secara resmi mendukung Plain Paper dapat digunakan dengan kertas HVS yang berada dalam rentang gramasi printer. Model ink tank dari Epson, Canon, dan Brother banyak yang dirancang untuk kebutuhan tersebut.
Sebagai contoh, Epson EcoTank L6370 memiliki tray hingga 250 lembar A4 plain paper 80 gsm. Canon PIXMA G1730 menyediakan kapasitas hingga 100 lembar plain paper 64 gsm pada rear tray, sedangkan Brother DCP-T530DW memiliki tray hingga 150 lembar kertas polos 80 gsm.
Untuk pekerja kantoran, mahasiswa, maupun usaha yang rutin mencetak dokumen, faktor lain seperti kecepatan cetak, kapasitas tray, fitur duplex, dan biaya operasional juga layak dipertimbangkan.
Printer Inkjet untuk Kertas Foto Glossy dan Matte
Untuk foto, pilih printer yang spesifikasinya memang mencantumkan dukungan terhadap photo paper. Jangan hanya melihat kemampuan printer mencetak berwarna karena kemampuan warna tidak otomatis berarti printer dirancang menangani setiap jenis kertas foto.
Epson EcoTank L6370, misalnya, mendukung photo paper pada rentang 102–300 g/m² dan dapat memuat Premium Glossy Photo Paper. Canon PIXMA G1730 mencantumkan dukungan Glossy Photo Paper, Photo Paper Plus Glossy II, Semi-Gloss, dan Matte Photo Paper. Brother DCP-T830DW juga mencantumkan Glossy Paper sebagai jenis media yang didukung.
Untuk pengguna yang menjadikan foto sebagai prioritas utama, model yang memang dikembangkan dengan orientasi pencetakan foto seperti Canon PIXMA G570 dapat menjadi contoh kategori printer yang patut dipertimbangkan. Printer tersebut mendukung sejumlah media foto glossy, matte, semi-gloss, hingga fine-art tertentu.
Printer untuk Art Paper dan Media Coated
Penggunaan art paper membutuhkan pemeriksaan yang lebih ketat. Pertama, lihat apakah produsen printer mencantumkan coated paper, fine-art paper, atau media serupa sebagai media yang didukung. Kedua, periksa batas gramasi dan jalur masuk kertas.
Beberapa printer menyediakan manual feed atau rear feed yang mampu menangani media lebih berat dibandingkan tray standar. Contohnya, Brother DCP-T530DW memiliki manual feed slot yang mendukung media hingga 300 gsm, meskipun jenis media tetap harus sesuai dengan daftar yang didukung printer.
Untuk kebutuhan art paper yang rutin, khususnya untuk usaha percetakan kecil, sebaiknya lakukan uji media lebih dulu dan gunakan tinta yang memang sesuai dengan karakter media serta model printer. G&G, misalnya, mencantumkan Tinta Artpaper T09D secara khusus untuk Epson L8050 dan L18050, sehingga kompatibilitasnya tidak seharusnya diperluas ke model lain tanpa informasi resmi.
Tabel Singkat Jenis Kertas dan Penggunaannya
Banyaknya pilihan media memang dapat membingungkan, terutama bagi pengguna yang baru mulai memperhatikan kualitas hasil cetak. Cara termudah adalah memulai dari tujuan akhirnya: apakah yang akan dicetak berupa dokumen, foto, desain, atau materi promosi. Setelah itu barulah cocokkan dengan dukungan media pada printer. Ringkasan berikut dapat digunakan sebagai panduan awal, bukan sebagai pengganti spesifikasi resmi masing-masing printer.
| Jenis Kertas | Karakter Utama | Penggunaan Umum | Printer yang Perlu Dicari |
| HVS / Plain Paper | Tidak berlapis, praktis | Dokumen, laporan, tugas, invoice | Inkjet atau laser yang mendukung plain paper |
| Photo Glossy | Mengilap, cocok untuk visual berwarna | Foto, foto produk, materi visual | Inkjet dengan dukungan glossy photo paper |
| Photo Matte | Tidak terlalu reflektif | Foto, kartu, karya kreatif, presentasi | Inkjet dengan dukungan matte photo paper |
| Art Paper / Coated Paper | Permukaan berlapis | Brosur, katalog, kartu, promosi | Printer yang secara spesifik mendukung coated/fine-art media dan gramasi terkait |
Jangan Abaikan Pengaturan Media pada Printer
Memilih kertas yang benar baru separuh pekerjaan. Pengaturan printer juga perlu disesuaikan karena driver menggunakan pilihan media untuk menentukan cara printer menangani proses pencetakan. Canon secara eksplisit menjelaskan bahwa memilih media type sesuai tujuan cetak membantu mendapatkan hasil cetak terbaik.
Jika menggunakan kertas foto glossy tetapi pengaturan masih Plain Paper, printer dapat menerapkan parameter pencetakan yang berbeda dari yang dibutuhkan media foto. Karena itu, sebelum menekan tombol Print, biasakan memeriksa ukuran kertas, jenis media, orientasi, kualitas cetak, dan opsi borderless bila diperlukan.
Hal yang sama berlaku ketika menggunakan media matte atau coated paper. Pilih jenis media yang benar-benar direkomendasikan oleh produsen printer atau media, bukan sekadar pengaturan yang namanya terdengar paling mendekati.
Perhatikan Gramasi dan Jalur Kertas
Gramasi biasanya ditulis dalam satuan gsm atau g/m². Angka yang lebih besar umumnya menunjukkan massa kertas per satuan luas yang lebih tinggi, tetapi gramasi bukan satu-satunya penentu ketebalan karena struktur serta coating kertas juga ikut berpengaruh.
Setiap printer mempunyai batas penanganan media masing-masing. Epson L6370, misalnya, mencantumkan plain paper 64–90 g/m² tetapi photo paper 102–300 g/m². Canon PIXMA G1730 mencantumkan plain paper 64–105 g/m² serta media Canon tertentu hingga sekitar 265 g/m². Sementara Brother DCP-T530DW mendukung hingga 220 gsm melalui tray utama dan hingga 300 gsm melalui manual feed slot.
Perbedaan tersebut menunjukkan mengapa angka gramasi tidak boleh diterapkan secara universal. Jika ingin menggunakan kertas tebal, selalu periksa buku manual atau spesifikasi resmi model printer terlebih dahulu.
Jenis Tinta Juga Berpengaruh pada Hasil Cetak
Kertas dan printer tidak bekerja sendirian. Tinta printer ikut menentukan bagaimana warna, teks, serta gambar terlihat setelah proses pencetakan selesai. Beberapa printer bahkan menggabungkan karakter tinta berbeda untuk fungsi tertentu.
Canon PIXMA G1730, misalnya, menggunakan tinta pigmen untuk hitam dan tinta dye untuk cyan, magenta, serta kuning. Informasi seperti ini penting karena formulasi tinta merupakan bagian dari sistem pencetakan yang dirancang oleh produsen.
Karena itu, ketika memilih tinta pengganti atau tinta kompatibel, jangan hanya mencocokkan merek printer. Periksa kode produk dan model printer yang didukung. G&G Indonesia juga menjelaskan bahwa lini tinta dan tonernya dibuat untuk berbagai merek, tetapi pengguna tetap perlu memilih kode produk yang sesuai dengan tipe printer masing-masing.
Tips Memilih Jenis Kertas Printer agar Hasil Cetak Optimal
Tidak ada satu jenis kertas yang menjadi pilihan terbaik untuk semua kebutuhan. Kertas yang bagus untuk laporan bulanan belum tentu tepat untuk foto produk, dan media yang ideal untuk katalog belum tentu sesuai dengan mekanisme printer rumahan. Pendekatan paling aman adalah memilih berdasarkan tujuan, kemudian memeriksa spesifikasi teknis printer. Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi kesalahan saat membeli media.
- Tentukan kebutuhan cetak terlebih dahulu. Gunakan HVS untuk dokumen umum, photo paper untuk foto, dan media khusus untuk kebutuhan promosi atau kreatif.
- Periksa jenis media yang didukung printer. Cari informasi Plain Paper, Glossy Paper, Matte Paper, Coated Paper, Fine Art Paper, atau kategori lain pada spesifikasi resmi.
- Perhatikan batas gramasi. Kertas terlalu berat atau terlalu tebal dapat mengalami masalah ketika ditarik melewati jalur kertas.
- Gunakan sisi kertas yang tepat. Beberapa photo paper dan coated paper memiliki sisi cetak tertentu.
- Atur Media Type pada driver. Sesuaikan pengaturan dengan kertas yang benar-benar digunakan.
- Perhatikan tinta yang digunakan. Pilih tinta yang kompatibel dengan printer dan kebutuhan media, terutama untuk pekerjaan khusus seperti art paper.
- Lakukan test print sebelum mencetak banyak. Langkah sederhana ini membantu melihat hasil warna, penyerapan tinta, waktu kering, serta kelancaran feeding kertas.
- Simpan kertas dengan benar. Kelembapan, panas, dan posisi penyimpanan dapat memengaruhi bentuk maupun kondisi media. Canon, misalnya, menyarankan kertas yang tidak digunakan disimpan kembali dalam kemasan, diletakkan pada permukaan datar, serta dijauhkan dari panas, kelembapan, dan sinar matahari langsung.
Jadi, Jenis Kertas Printer Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Jawabannya bergantung pada apa yang ingin dicetak. Untuk dokumen kantor, tugas kuliah, atau invoice, kertas HVS tetap menjadi pilihan paling praktis. Untuk foto dan visual yang membutuhkan permukaan mengilap, gunakan kertas foto glossy yang kompatibel dengan printer. Jika menginginkan tampilan lebih lembut dengan pantulan cahaya lebih rendah, kertas matte dapat dipertimbangkan. Sementara itu, art paper membutuhkan perhatian lebih karena tidak setiap coating, gramasi, tinta, maupun printer dapat bekerja dengan kombinasi yang sama.
Prinsip terpentingnya adalah jangan memilih kertas hanya berdasarkan nama atau tampilannya. Periksa spesifikasi printer, jenis media yang didukung, gramasi, pengaturan driver, dan kompatibilitas tinta. Kombinasi yang tepat antara jenis kertas printer, printer, tinta, serta pengaturan pencetakan akan memberikan peluang jauh lebih besar untuk mendapatkan hasil cetak yang tajam, warna yang sesuai, dan proses printing yang lebih konsisten.
Jika membutuhkan tinta atau toner untuk kebutuhan cetak harian hingga bisnis, G&G Indonesia menyediakan berbagai pilihan produk kompatibel untuk sejumlah model printer Epson, Canon, Brother, HP, dan merek lainnya. Pastikan memilih kode produk yang sesuai dengan tipe printer yang digunakan. Untuk konsultasi produk, hubungi tim marketing G&G Indonesia di +62 877-8862-8316 atau kunjungi official marketplace G&G Indonesia di Shopee untuk melihat produk yang tersedia.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa jenis kertas yang paling umum digunakan untuk printer?
Kertas HVS atau plain paper merupakan salah satu jenis yang paling umum digunakan untuk mencetak dokumen kantor, tugas, laporan, surat, dan kebutuhan administrasi sehari-hari.
Apakah kertas glossy bisa digunakan di semua printer?
Tidak. Gunakan kertas glossy hanya pada printer yang spesifikasinya mencantumkan dukungan terhadap glossy paper atau photo paper terkait. Perhatikan pula ukuran dan gramasi yang diperbolehkan.
Apa perbedaan kertas glossy dan matte?
Kertas glossy memiliki permukaan mengilap dan biasanya dipilih untuk menonjolkan foto serta warna. Matte memiliki permukaan yang lebih tidak reflektif sehingga cocok ketika pantulan cahaya ingin dikurangi.
Apakah art paper bisa digunakan pada printer inkjet?
Bisa pada kombinasi tertentu, tetapi tidak semua art paper cocok untuk semua printer inkjet. Coating kertas harus sesuai dengan tinta, sementara gramasi dan karakter fisik media harus berada dalam spesifikasi printer.
Apakah printer Epson bisa mencetak kertas foto?
Sejumlah printer Epson mendukung photo paper, tetapi kemampuan tersebut harus diperiksa berdasarkan model. Sebagai contoh, Epson EcoTank L6370 secara resmi mendukung photo paper 102–300 g/m² dan Premium Glossy Photo Paper.